Friday, February 22, 2008

suatu pagi

kulilitkan syalku untuk menahan dingin, meski di dalam gedung tapi dingin dari dalam diriku mulai kembali membekukan aku. kadang aku harus berhenti menggayuh sepedaku ketika dingin dari dalam menghantam diriku lebih dingin dari angin musim dingin ini, menggetarkan bibir mulut dan leherku sehingga sakit kepalaku menahannya.
bergegas aku menuju ruang FACS dan mematikan mesin. Pukul 7 malam aku bergegas pulang, kukirimkan sms untuk membatalkan rencanaku malam ini bertemu dengan teman teman lab.
menghibur hati aku meraih bir dari fransisco dan meneguknya.
Ketika aku menjadi kantuk, aku menyelimuti diriku sendiri dengan selimut, dan aku tertidur,
angin pagi yang dingin membangunkanku, langkah langkah kaki dan suara anak anak sesayup terdengar, ketika kujejekkan kakiku, kusadar dingin lantai kayu yang terasa di telapakku, dimanakah aku? seperti pernah kukenal tempat ini. Lamunanku kembali ke masa lalu, ruangan dengan cahaya temaran dari sinar matahari pagi yang menerobos pintu satu satunya di ruang ini. atap rumah dengan genting yang menghitam, dingin pagi yang menyegarkan........sunyi, damai, tak seramai ibu kota dimana aku pernah tinggal. Sepi yang membawaku kemasa lalu. perasaan rindu ingin pulang meliputiku tapi kusadari tempat ini sudah tidak ada lagi, rumah masa kecil...., kuelus lantai kayu yang licin dan dingin, suara sesayup masa lalu dari ibuku, dan anak anak yang bermain di halaman.......aku rindu pulang.........tapi mataku basah, ada sedih menghantui, mungkin karena semua hanyalah tinggal kenangan, karena aku tidak memilikinya lagi....kemana lagi aku harus pulang? semua sudah pergi......sudah tak ada lagi, hanya melalui mimpi saja aku sesayup mendengar suara mereka.Dan tiba tiba aku tersadar.
Pukul tiga pagi aku terbangun dari mimpiku, kududuk di atas kasurku.......aku masih disini............sendirian. Aku ingat janjiku , sebelum dia pergi, :"jangan takut mama, suatu saat lagi kita akan bertemu lagi, kematian hanyalah perpisahan sementara. Jangan takut ma....dan dia hanya bisa mengangguk lemah sebelum menutup matanya.