Aku yang saat ini berada di negri asing
yang pernah melanglang entah kemana mana
dan akan melanglang kemana mana
tahukah kamu aku cuman anak desa?
ketika aku pulang ke kampung halamanku
ke kota kecil dimana tinggal tersisa beberapa orang sanak famili saja di sana.
kembali ke pantai
kembali ke desa kecil bernama tanjung bintang
serasa asing bagiku dan juga bagi mereka yang menatapku
teringat aku waktu waktu lampau
saat listrik belum masuk kemari
teringat aku dinginnya pagi sebelum panggilan ayahku dan azan subuh
sebelum warung kecil kami buka
disinilah aku pertama kali belajar bersepeda
teringat suatu siang aku melarikan diri dari warung ayahku
menumpang pada gerobak rumput ditarik oleh sapi
yang melintasi jalan panjang dengan ujung cakrawala,
dengan pangkal rumput di bibirku menikmati sepoi angin
kanan kiri sawah yang sepi, dan jalan yang agak berdebu
dilindas oleh roda gerobak sapi, sepi...tenang... hanya satu dua orang terlihat di sawah
kadang melalui ladang cengkeh dengan anjing anjing kampung yang mengongong
aku yang telah melintasi kali kali kecil, menangkap capung di padang rumput dan semak.
aku yang telah melintasi bukit bukit barisan
bermandikan air laut yang kotor menghitam
menjadi saksi beracunnya buntut pari
saat sore dimana radio siap dinyalakan menunggu nunggu
Brahma kumbara dan mantili dengan seksama.nikmat sekali saat itu...
ketika malam tiba dan gelap, udara menjadi dingin,
berjalan bersama ayah mengunjungi kawan kawannya
dengan berbekal nyala senter, sementara langit malam cukup memberi temaran pada jalan kami, bercerita mengenai cita cita dan kemana aku akan pergi
atau sekedar bersenandung kecil dengan suara harmonika yang dimainkan ayahku
hai kawan ketika semua terasa berat aku selalu teringat masa masa ini
dan tersenyumlah aku, paling tidak aku pernah merasa bahagia dalam kesederhanaan. aku tak pernah menyesali sulitnya jalan setelah itu, karena aku memiliki masa lalu yang membuatku tersenyum.
Monday, January 21, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment