Saturday, January 26, 2008

Requiem bruder

gotcha!!!, dengan mengendap endap dia menuruni tangga dari loteng kamar orang tua kami
dia meletakkan jarinya di bibir tanda diam begitu melihatku
aku hanya menatapnya saja
yang kutahu dia sedang mencoba mencuri uang di bawah kasur orang tua kami
kehadirannya seperti bayang bayang bagiku. begitu samar...
lebih banyak waktu yang dihabiskan di luar rumah entah dimana
masa yang paling berkesan dengannya yang aku ingat saat kami berboncengan dengan papa menuju desa tempat papa membuka warung kecilnya..............
"pada hari minggu kuturut ayah ke kota, naik delman istimewa kududuk di muka..."
kenyataannya kami mengendarai sepeda motor, aku di tengah dan ia di belakang...
itu saja yang aku ingat.....aku tak ingat lagi wajahnya saaat itu karena sudah lama sekali berlalu 28 tahun sudah.

Entah bagaimana dia pulang dengan mata lebam...
berkelahi ....menjadi alasan bagi dia untuk pergi ke Jakarta , untuk lebih bisa bebas.
Sampai kemudian papa kesehatannya mulai memburuk, dia kembali ke rumah..
tak diceritakannya pada siapapun dia dalam masalah..
yang aku ingat dia pernah kedapatan mencuri cengkeh yang di gudang rumah kami
sampai suatu malam di warung kami di desa, di antara barisan papan alas tempat tidur kami
ditulisnya puisi tentang kerinduan akan anaknya..
anaknya? yah...
dia sudah beristri di jakarta..
aku terperangah saja, aku tidak mengenalnya betul saat itu. Tapi papa tahu namun diam seribu bahasa kepada mama tentang hal ini.
Kulihat dia semakin serius dalam hidupnya, dia bekerja membantu papa, setelah putus dari sekolahnya di jakarta
dia ingin membawa istrinya ke kampung halaman kami
tapi dia masih menunggu kondisi mama untuk bisa menerima kenyataan.
sore itu saat selesai menempatkan dupa aku bersujud,
tiba tiba aku melihatnya berdiri di depanku, dengan cengar cengir dia menempatkan rokoknya di depan patung di Altar
aku terperanjak...
mama melihatnya..."seharusnya kamu minta maaf" kata mama kepadanya
dia tertawa ...
selang sejam kemudian, seorang tetangga menyampaikan berita dia mendapat kecelakaan, tertabrak sebuah truk setelah ke luar dari bilyard dengan tetangga kami
keduanya tewas seketika.........
seperti tidak percaya mama kembali ke kamar untuk beristirahat..
saat dia terbangun, tetangga kami menanyakan mayatnya akan dikebumikan oleh orang kampung kami,
baru saat itulah mama tersedar apa yang telah terjadi, tangis mama membuat saat itu membauat aku merasakan bagaimana rasanya kehilangan keluarga untuk pertama kali..........saat itu papa baru menceritakan bahwa dia kakakku sudah beristri.
Saat itulah dia datang bersama anaknya , dia menangis begitu melihatku...dikatakan aku mirip dengan kakakku.
waktu berlalu mama akhirnya bisa menerima dia............
aku baru lulus SMA saat itu , berkunjung ke rumahnya di jakarta bersama kakak perempuanku.
bersama keponakan baruku, kami ke bioskop.di tengah film dia mengatakan bahwa aku dapat menggantikan kakakku demi anak mereka.
Aku tak mengerti apa yang dikatakannya, aku baru saja lulus SMA.....
yang kuingat saat itu adalah aku merasa marah padanya. sampai saat ini dia pergi entah kemana.............

No comments: