Saturday, January 26, 2008

Periku kucinta kamu



saat pertama kali aku melihatmu....
dengan baju putihmu engkau bersinar di mataku
untuk pertama kali........
engkau periku begitu suci tapi tak tersentuh
kutanya namamu dengan takut takut engkau menyebut namamu
temanmu yang selalu melindungimu dari siapa saja
aku mengerti karena engkau selalu berada dalam lingkungan yang didominasi kaum pria

periku engkau bersinar di mataku
saat kususun satu satu kayu kayu kecil
membentuknya menjadi lampion
tanpa kata kata....aku serahkan padamu
dengan wajah tertunduk, aku mengatakan
"aku membuatnya untukmu"

periku saat engkau menanyakan kendaraan apa yang aku punya
hancurlah hatiku
periku, tahukah kamu aku harus berdiri sendiri di kota itu
tahukah engkau aku hanya bisa makan di warung depan kos kosanku
karena itulah yang termurah
tahukah engkau di tengah kesibukan kuliah aku harus mengajar untuk sesuap nasiku
tahukah engkau kadang aku hanya menelan nasi tanpa lauk
dengan tersenyum aku mengatakan aku sedang bernazar
kepada setiap orang yang melihatku hanya memiliki nasi putih

Periku saat itu aku berjanji
aku harus menyelesaikan kuliahku secepatnya
mencari pekerjaan dimana aku akan memiliki kendaraan yang bisa membawa kita
kemana saja............
tapi pedih hatiku pada diriku sendiri
bukan pada dirimu......
periku aku harus mundur
karena inilah jalan yang harus kuambil saat itu
meski kemudian jauh setelah itu aku sesali
periku engkau bersinar begitu cerah...........
dimata orang lain saat ini.................

untuk cinta pertamaku Sioe

1 comment:

Anonymous said...

Seperti itu toh yang udah kamu jalani Wan... tapi, pertemuan dengan teman-teman lamamu pun ada gunanya juga kan? Paling tidak kau lebih membuka diri ke mereka. Paling tidak kau punya cerita buat mereka. Dan mereka pun mau mendengarkan ceritamu. ;)